*Kawil Badui Harap PLN Dengarkan Keluhan Warga Dusun Serumbung Timur dan Dusun Ujung*

admin 19 Okt 2025 58

 

Pemongkong, 19 Oktober 2025. (teropongnasionalnews)

Kawil Badui menyampaikan harapan besar kepada pihak PLN agar segera mendengarkan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi aliran listrik yang tidak maksimal di Dusun Serumbung Timur. Selama kurang lebih dua tahun, sekitar 175 Kepala Keluarga di wilayah tersebut mengalami keterbatasan daya listrik di rumah masing-masing, akibat jaringan instalasi dan kabel distribusi yang dinilai tidak memadai.

 

Kondisi ini, menurut Kawil Badui, telah menjadi beban bagi masyarakat karena kebutuhan listrik sebagai hak dasar warga belum terpenuhi sepenuhnya. “Sudah hampir dua tahun warga Dusun Serumbung menunggu perhatian. Listrik menyala, tapi tidak maksimal. Kadang lampu redup, alat rumah tangga tidak berfungsi baik. Ini tentu berat bagi masyarakat yang setiap bulan tetap membayar kewajibannya,” ungkap Kawil Badui dengan nada harap.

 

Lebih lanjut, Saudara Miq Harta Hidayat, selaku Kepala Wilayah Dusun Serumbung Timur, menyampaikan bahwa sekitar setahun lalu pihak dusun telah bersurat secara resmi kepada PLN untuk memohon perbaikan instalasi yang tersambung ke rumah-rumah warga. Namun hingga kini, surat tersebut belum mendapatkan tindak lanjut nyata di lapangan. Bahkan, masyarakat juga telah berulang kali menyampaikan keluhannya secara lisan kepada petugas lapangan PLN, namun kondisi jaringan listrik belum kunjung dibenahi.

 

Kawil Badui juga menuturkan bahwa persoalan serupa tidak hanya terjadi di Dusun Serumbung Timur, melainkan juga dirasakan oleh warga Dusun Ujung, yang masih berada di wilayah Desa Pemongkong. Situasi ini menandakan adanya persoalan teknis yang lebih luas dan perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait.

 

“Sebagai mitra pemerintah, kami sangat berharap PLN dapat menaruh perhatian lebih terhadap aspirasi masyarakat kecil seperti kami. Jangan sampai masyarakat di pedesaan merasa dianaktirikan dalam urusan pelayanan dasar,” ujarnya menegaskan.

 

Selain itu, Kawil Badui juga menyoroti perbedaan mencolok antara kualitas kabel listrik yang menjulur ke pemukiman warga dengan kabel jaringan yang digunakan untuk tower. Ia menilai hal tersebut tidak semestinya terjadi, sebab masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama dalam pelayanan publik. “Sangat disayangkan jika masyarakat sendiri justru seperti dinomorduakan. Padahal listrik bagi warga adalah kebutuhan pokok, bukan kemewahan,” tambahnya.

 

Menutup pernyataannya, Kawil Badui menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan berharap pemerintah bersama PLN dapat segera melakukan langkah konkret agar masyarakat Dusun Serumbung Timur dan Dusun Ujung benar-benar dapat menikmati aliran listrik yang layak dan merata sebagaimana mestinya. (Irfan)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Satpol PP dan WH Bireuen Tertibkan PKL, Tegaskan Penegakan Aturan demi Ketertiban dan Keindahan Kota

admin

19 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Demi menjaga ketertiban umum, kelancaran arus lalu lintas, serta keindahan wajah ibu kota Kabupaten Bireuen, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Bireuen menggelar penertiban terpadu terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin (19/10/2026).   Penertiban ini dilakukan menyusul keberadaan sejumlah pedagang yang menggunakan lokasi berjualan yang …

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 0826/Pamekasan, Pak Buyan dan Ibu Sumawiyah terpilih menjadi salah satu penerima manfaat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

admin

18 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional.news.com – Disebuah sudut Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, ada penantian panjang yang akhirnya berujung haru. Adalah Pak Buyan (60) dan istrinya, Ibu Sumawiyah (54), pasangan suami istri yang selama 6 tahun memimpikan rumah yang layak untuk berteduh.Sabtu,19/10/2026.   Selama bertahun-tahun, keduanya hanya bisa menahan impian itu. Sebagai buruh tani, penghasilan yang …

Abu Lupie Desak Mualem Segera Reshuffle Pejabat SKPA

admin

18 Okt 2026

  BANDA ACEH , Teropongnasionalnews Abu Lupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) segera mengevaluasi dan merombak pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum maksimal mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Aceh periode 2025-2030.   Desakan tersebut disampaikan guna mendorong percepatan realisasi visi dan misi Gubernur dan Wakil …

Kabut Asap Selimuti Bireuen, PMI Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga 

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN ,Teropongnasionalnews Kabut asap yang menyelimuti langit Kabupaten Bireuen, Aceh, dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu jarak pandang dan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara. Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen turun ke jalan membagikan ribuan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan asap.   Ketua PMI Bireuen, Edi Sapura, …

IDI Bersama Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umuslim Bireuen Bagikan Masker, Lindungi Masyarakat dari Ancaman Asap Kebakaran Hutan

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Di tengah ancaman pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi pesan kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.   Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Kabupaten Bireuen, melaksanakan kegiatan pembagian …

Skandal BOSP di PKBM Tanggamus: Pengelola Menjerit, Oknum Forum dan Dinas Diduga Kuat Menikmati Hasil Upeti

admin

17 Okt 2026

    TANGGAMUS –(teropongnasionalnews) Tabir gelap pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Kesetaraan, dan Bantuan Sosial Pendidikan di Kabupaten Tanggamus kian terbuka.   Dugaan praktik pemotongan dana yang terstruktur, masif, dan melibatkan jejaring kekuasaan mulai terurai dari pengakuan langsung para pengelola PKBM di lapangan.   Hasil investigasi di sejumlah kecamatan …

x
x