Rakor Ketua RT/ RW di Kelurahan Kebonsari, Kritik Kinerja Dispendukcapil dan Akurasi Data Bansos Kabupaten Jember

admin 13 Nov 2025 66

 

Jember – (teropongnasionalnews)

Rapat Koordinasi (Rakor) Ketua RT/RW se-Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, yang dilaksanakan pada Rabu malam (12/11/2025), berjalan dinamis dan penuh kritik membangun. Acara yang dihadiri oleh Deni Hadiatullah Plt Camat Sumbersari, Koordinator PKH Kabupaten Jember, Yhoni Kabid Informasi dan Data Dispendukcapil, serta Edy Hariyanto Lurah Kebonsari ini bertujuan untuk sosialisasi program, khususnya terkait Bantuan Sosial (Bansos) dan pelayanan administrasi kependudukan.
Materi yang disampaikan oleh perwakilan dari Dispendukcapil dan Dinas Sosial (Dinsos) dinilai cukup transparan. Namun, sesi tanya jawab menjadi sangat hidup dengan berbagai masukan dan kritik, terutama dari perwakilan di tingkat RT/RW. Salah satu kritik tajam datang dari Imam Taufik, Ketua RT 1 RW 9, yang menyoroti dua isu utama: pelayanan Dispendukcapil dan akurasi data penerima Bansos.
Sorotan pada Pelayanan Dispendukcapil: Warga Bolak-balik dan Ketiadaan Senyum. Imam Taufik menyampaikan bahwa meskipun ada perbaikan, pelayanan di Dispendukcapil masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal keramahan dan efisiensi waktu.
* “Poinnya ada perbaikan , namun kita tidak menutup kemungkinan… masih banyak yang ditemui hal-hal yang memang tidak bisa dieksekusi dengan cepat,” ujar Imam Taufik.
* Ia menekankan pentingnya perbaikan dalam pelayanan di lini depan, termasuk perlunya senyum dan keramahan. “Seharusnya kan ada senyum, ada lebih ramah, karena memang ini kita temukan—saya bicara dengan data yang selama ini kita kawal… Banyak sekali warga Jember yang ke Dinas Dukcapil ini bolak-balik,” tambahnya.
* Imam Taufik juga menyoroti kerugian yang ditanggung warga akibat harus bolak-balik mengurus surat, baik dari segi biaya yang dikeluarkan maupun waktu yang terbuang.
Data Bansos Dinilai Belum Akurat dan Kurangnya Sosialisasi
Selain Dispendukcapil, masalah data Bansos juga menjadi perhatian serius. Menurut Imam Taufik, meskipun data yang disampaikan sudah benar secara administrasi, realita di lapangan masih ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan.
* “Data yang selama ini ada di lapangan itu juga banyak yang tidak sesuai,” tegasnya.
* Beberapa temuan yang sering dilaporkan di lapangan meliputi: penerimaan ganda, orang yang sudah meninggal masih menerima bantuan, orang mampu/kaya masih menerima bantuan, dan bahkan bayi baru lahir juga menerima bantuan.
* “Itu real… itu terjadi,” imbuhnya.
Permintaan Koordinasi dan Keterbukaan dari Dinas Terkait
Imam Taufik mendesak agar Dinas Sosial dan Dispendukcapil lebih serius dalam:
* Memperbaiki dan memutakhirkan data secara lebih mendalam.
* Meningkatkan koordinasi dan melibatkan RT/RW di bawah untuk mendata warganya yang berhak secara akurat.
* Meningkatkan sosialisasi terkait program-program pemerintah. Ia mencontohkan, warga tidak tahu jika tidak bisa menerima Bansos karena adanya masalah pinjaman online (Pinjol), yang harusnya disosialisasikan.
* Tidak Antikritik. “Harapannya dari Dinas Sosial dan Dispenduk… tidak antikritik… dan bisa sangat terbuka dengan kritikan, masukan, yang mana tujuannya adalah baik,” tutup Imam Taufik.
Menurutnya, kurangnya sosialisasi menyebabkan banyak program tidak tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat RT/RW, apalagi ke masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dalam rakor yang menunjukkan minimnya informasi yang diterima oleh pengurus wilayah.
Bambang Sugiharto.
Wartawan jember

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 0826/Pamekasan, Pak Buyan dan Ibu Sumawiyah terpilih menjadi salah satu penerima manfaat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

admin

18 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional.news.com – Disebuah sudut Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, ada penantian panjang yang akhirnya berujung haru. Adalah Pak Buyan (60) dan istrinya, Ibu Sumawiyah (54), pasangan suami istri yang selama 6 tahun memimpikan rumah yang layak untuk berteduh.Sabtu,19/10/2026.   Selama bertahun-tahun, keduanya hanya bisa menahan impian itu. Sebagai buruh tani, penghasilan yang …

Abu Lupie Desak Mualem Segera Reshuffle Pejabat SKPA

admin

18 Okt 2026

  BANDA ACEH , Teropongnasionalnews Abu Lupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) segera mengevaluasi dan merombak pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum maksimal mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Aceh periode 2025-2030.   Desakan tersebut disampaikan guna mendorong percepatan realisasi visi dan misi Gubernur dan Wakil …

Kabut Asap Selimuti Bireuen, PMI Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga 

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN ,Teropongnasionalnews Kabut asap yang menyelimuti langit Kabupaten Bireuen, Aceh, dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu jarak pandang dan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara. Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen turun ke jalan membagikan ribuan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan asap.   Ketua PMI Bireuen, Edi Sapura, …

IDI Bersama Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umuslim Bireuen Bagikan Masker, Lindungi Masyarakat dari Ancaman Asap Kebakaran Hutan

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Di tengah ancaman pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi pesan kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.   Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Kabupaten Bireuen, melaksanakan kegiatan pembagian …

Skandal BOSP di PKBM Tanggamus: Pengelola Menjerit, Oknum Forum dan Dinas Diduga Kuat Menikmati Hasil Upeti

admin

17 Okt 2026

    TANGGAMUS –(teropongnasionalnews) Tabir gelap pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Kesetaraan, dan Bantuan Sosial Pendidikan di Kabupaten Tanggamus kian terbuka.   Dugaan praktik pemotongan dana yang terstruktur, masif, dan melibatkan jejaring kekuasaan mulai terurai dari pengakuan langsung para pengelola PKBM di lapangan.   Hasil investigasi di sejumlah kecamatan …

Dramatis! Menang Adu Penalti 5-4 atas Kota Juang, Kecamatan Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

admin

15 Okt 2026

  BIREUEN, Teropongnasionalnews Perjuangan, semangat pantang menyerah, dan doa masyarakat mengantarkan Tim Kecamatan Jangka melangkah ke partai final Kejuaraan Sepak Bola Antarkecamatan Piala Bupati Bireuen 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen.   Kepastian tersebut diraih setelah Kecamatan Jangka menaklukkan Kecamatan Kota Juang melalui drama adu penalti dengan skor 5-4, setelah …

x
x