*Ketua Umum GPS Soroti PBB di Kawasan Hutan Sekaroh, Ultimatum 7×24 Jam kepada KPH Rinjani Timur*

admin 04 Okt 2025 84

 

 

Lombok Timur, 03 Oktober 2025 –(teropongnasionalnews)

Ketua Umum Gerakan Pemuda Selatan (GPS), Abenk, menyoroti persoalan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang dibebankan kepada masyarakat yang memiliki lahan maupun bangunan di dalam kawasan kehutanan, tepatnya di ujung Sengenit, Dusun Teluk Dalem, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

 

Menurut Abenk, sejak tahun 2020 hingga kini masyarakat terus dipungut PBB, meski lahan dan bangunan tersebut berada dalam kawasan hutan yang sejatinya tidak bisa dimiliki secara sah.

 

“Kami sebagai rakyat merasa sangat kecewa terhadap pemerintah daerah. Dari tahun 2020 pajak terus dipungut, padahal lahan dan bangunan itu tidak bisa kami miliki. Ini bentuk ketidakadilan,” tegas Abenk.

 

GPS juga menyoroti peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, KPH Rinjani Timur, serta RPH Kecamatan Jerowaru. Mereka menduga adanya pembiaran bahkan persekongkolan, sehingga masyarakat terus dipungut pajak oleh pemerintah desa setempat tanpa ada kepastian hukum atas lahan dan bangunan yang mereka tempati.

 

Kekecewaan serupa disampaikan salah seorang warga, Amak Sumarni, yang mengaku telah membayar pajak selama lima tahun.

 

“Kami semangat membayar pajak karena dijanjikan lahan itu bisa dimiliki. Tapi setelah ada pemeriksaan lapangan dari perwakilan Kementerian Kehutanan, ternyata lahan dan bangunan yang kami pajaki masuk kawasan hutan. Kami tetap disuruh bayar pajak, ini jelas membodohi masyarakat,” ungkapnya.

 

GPS menilai, hasil hearing dengan KPH Rinjani Timur tak membuahkan solusi. Bahkan, pihak KPH maupun RPH Kecamatan Jerowaru yang berkantor di Desa Sekaroh dinilai lepas tangan atas persoalan yang menimpa masyarakat.

 

Sebagai bentuk sikap tegas, GPS memberikan ultimatum kepada KPH Rinjani Timur untuk segera mengatasi permasalahan ini.

 

“Kami memberikan waktu 7×24 jam. Jika tidak ada tindak lanjut, maka GPS bersama 500 masyarakat yang terdampak akan turun ke jalan untuk menyuarakan keadilan,” tegas Abenk.

 

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi publik, karena menyangkut nasib masyarakat kecil yang terjebak dalam kebijakan pajak tanpa kepastian kepemilikan lahan. GPS menegaskan akan terus mengawal hingga hak masyarakat benar-benar diperhatikan.

(Sarvin)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen Laksanakan Perjanjian Kerja Sama dengan BPKD Kabupaten Bireuen, Perkuat Sinergi Bidang Pertanahan dan Keuangan Daerah

admin

21 Okt 2026

  Bireuen, Teropongnasionalnews  Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bireuen pada Selasa (20/10/2026), bertempat di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Ibu Anny Setiawati, A. Ptnh., M.M., beserta jajaran, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah …

Satpol PP dan WH Bireuen Tertibkan PKL, Tegaskan Penegakan Aturan demi Ketertiban dan Keindahan Kota

admin

19 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Demi menjaga ketertiban umum, kelancaran arus lalu lintas, serta keindahan wajah ibu kota Kabupaten Bireuen, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Bireuen menggelar penertiban terpadu terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin (19/10/2026).   Penertiban ini dilakukan menyusul keberadaan sejumlah pedagang yang menggunakan lokasi berjualan yang …

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 0826/Pamekasan, Pak Buyan dan Ibu Sumawiyah terpilih menjadi salah satu penerima manfaat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

admin

18 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional.news.com – Disebuah sudut Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, ada penantian panjang yang akhirnya berujung haru. Adalah Pak Buyan (60) dan istrinya, Ibu Sumawiyah (54), pasangan suami istri yang selama 6 tahun memimpikan rumah yang layak untuk berteduh.Sabtu,19/10/2026.   Selama bertahun-tahun, keduanya hanya bisa menahan impian itu. Sebagai buruh tani, penghasilan yang …

Abu Lupie Desak Mualem Segera Reshuffle Pejabat SKPA

admin

18 Okt 2026

  BANDA ACEH , Teropongnasionalnews Abu Lupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) segera mengevaluasi dan merombak pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum maksimal mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Aceh periode 2025-2030.   Desakan tersebut disampaikan guna mendorong percepatan realisasi visi dan misi Gubernur dan Wakil …

Kabut Asap Selimuti Bireuen, PMI Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga 

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN ,Teropongnasionalnews Kabut asap yang menyelimuti langit Kabupaten Bireuen, Aceh, dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu jarak pandang dan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara. Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen turun ke jalan membagikan ribuan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan asap.   Ketua PMI Bireuen, Edi Sapura, …

IDI Bersama Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umuslim Bireuen Bagikan Masker, Lindungi Masyarakat dari Ancaman Asap Kebakaran Hutan

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Di tengah ancaman pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi pesan kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.   Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Kabupaten Bireuen, melaksanakan kegiatan pembagian …

x
x