Ikan Mati Massal di Sungai Sekadau, Pengamat: Pemerintah Jangan Tutup Mata!

admin 07 Okt 2025 68

 

 

 

Pontianak, Kalimantan Barat — Senin, 6 Oktober 2025, (teropongnasionalnews)

 

 

Kondisi Sungai Sekadau di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) yang marak di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, terutama di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir dan Desa Mungguk, menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar.

 

Fenomena ikan mati massal dan rusaknya keramba ikan milik warga menjadi bukti nyata bahwa pencemaran akibat tambang ilegal tersebut telah mencapai level kritis. Air sungai yang dulunya jernih kini berubah keruh, berbau logam, dan tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Warga pun menjerit karena sumber penghidupan utama mereka hilang. Sejumlah petani keramba mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah akibat kematian ikan yang tiba-tiba dan meluas dalam sepekan terakhir.

 

Pengamat Kebijakan Publik Dr. Herman Hofi Munawar menilai persoalan pencemaran Sungai Sekadau tidak lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta bentuk kelalaian negara dalam melindungi warga dari dampak aktivitas tambang ilegal.

 

Pencemaran lingkungan di Sungai Sekadau sudah pada tahap kritis. Dampaknya langsung mengancam kesehatan masyarakat dan ekonomi petani keramba. Pemerintah dan aparat penegak hukum seolah diam seribu bahasa, seakan tidak tahu atau tidak mau tahu,” tegas Dr. Herman dalam keterangan persnya di Pontianak, Senin (6/10).

 

Ia menambahkan, fenomena ikan mati massal merupakan indikator biologis bahwa kualitas air sudah melampaui ambang batas aman. Kandungan logam berat seperti merkuri dan sianida dari aktivitas PETI diyakini menjadi penyebab utama penurunan kualitas air tersebut.

 

Fenomena ini bukan lagi alarm, tapi sudah sirene bahaya. Jika terus dibiarkan, maka yang mati bukan hanya ikan, tapi juga masa depan anak-anak bangsa di tepi Sungai Kapuas,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Dr. Herman mendesak Kapolda Kalimantan Barat dan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mengambil langkah konkret dan tegas terhadap pelaku tambang ilegal. Ia menyinggung kembali pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Hari Ulang Tahun ke-80 TNI yang menegaskan komitmen memberantas tambang ilegal dan pelanggaran lingkungan.

 

Kalau ucapan itu serius, maka buktikanlah. Jangan biarkan para perusak lingkungan semakin merajalela. Tegakkan hukum sesuai Undang-Undang Lingkungan Hidup dan KUHP. Jangan bunuh masa depan bangsa hanya karena pembiaran,” tegas Dr. Herman.

 

Ia juga menyoroti adanya indikasi pembiaran oleh oknum aparat penegak hukum (APH) di lapangan yang diduga terlibat atau menutup mata terhadap aktivitas PETI di Sekadau.

 

Orang awam pun tahu bahwa pencemaran Sungai Kapuas berasal dari aktivitas PETI yang menggunakan merkuri dan bahan kimia berbahaya. Ini bukan kesalahan teknis, melainkan kejahatan lingkungan yang terstruktur,” ujarnya menambahkan.

 

Selain dari PETI, Herman juga mengingatkan bahwa limbah industri dan perkebunan kelapa sawit di sekitar DAS Kapuas turut memperparah degradasi kualitas air sungai.

 

Krisis lingkungan ini bukan hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga berdampak sosial. Warga di sepanjang Sungai Sekadau kini kesulitan mendapatkan air bersih dan kehilangan mata pencaharian. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gatal-gatal dan iritasi kulit akibat menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci.

 

Sudah saatnya tekanan publik diperkuat. Jangan biarkan negara kalah oleh para penambang ilegal dan oknum yang melindunginya,” pungkas Dr. Herman.

 

Pers rilis ini merupakan pernyataan resmi dari Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, yang disampaikan kepada awak media pada 6 Oktober 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat. Seluruh kutipan dan keterangan telah diverifikasi sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) peliputan media nasional.

 

Sumber : Dr Herman Hofi Munawar

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen Laksanakan Perjanjian Kerja Sama dengan BPKD Kabupaten Bireuen, Perkuat Sinergi Bidang Pertanahan dan Keuangan Daerah

admin

21 Okt 2026

  Bireuen, Teropongnasionalnews  Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bireuen pada Selasa (20/10/2026), bertempat di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Ibu Anny Setiawati, A. Ptnh., M.M., beserta jajaran, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah …

Satpol PP dan WH Bireuen Tertibkan PKL, Tegaskan Penegakan Aturan demi Ketertiban dan Keindahan Kota

admin

19 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Demi menjaga ketertiban umum, kelancaran arus lalu lintas, serta keindahan wajah ibu kota Kabupaten Bireuen, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Bireuen menggelar penertiban terpadu terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin (19/10/2026).   Penertiban ini dilakukan menyusul keberadaan sejumlah pedagang yang menggunakan lokasi berjualan yang …

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 0826/Pamekasan, Pak Buyan dan Ibu Sumawiyah terpilih menjadi salah satu penerima manfaat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

admin

18 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional.news.com – Disebuah sudut Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, ada penantian panjang yang akhirnya berujung haru. Adalah Pak Buyan (60) dan istrinya, Ibu Sumawiyah (54), pasangan suami istri yang selama 6 tahun memimpikan rumah yang layak untuk berteduh.Sabtu,19/10/2026.   Selama bertahun-tahun, keduanya hanya bisa menahan impian itu. Sebagai buruh tani, penghasilan yang …

Abu Lupie Desak Mualem Segera Reshuffle Pejabat SKPA

admin

18 Okt 2026

  BANDA ACEH , Teropongnasionalnews Abu Lupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) segera mengevaluasi dan merombak pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum maksimal mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Aceh periode 2025-2030.   Desakan tersebut disampaikan guna mendorong percepatan realisasi visi dan misi Gubernur dan Wakil …

Kabut Asap Selimuti Bireuen, PMI Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga 

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN ,Teropongnasionalnews Kabut asap yang menyelimuti langit Kabupaten Bireuen, Aceh, dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu jarak pandang dan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara. Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen turun ke jalan membagikan ribuan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan asap.   Ketua PMI Bireuen, Edi Sapura, …

IDI Bersama Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umuslim Bireuen Bagikan Masker, Lindungi Masyarakat dari Ancaman Asap Kebakaran Hutan

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Di tengah ancaman pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi pesan kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.   Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Kabupaten Bireuen, melaksanakan kegiatan pembagian …

x
x