PHO Belum Dilakukan, Kades Pulo Naleung Berupaya Cari Solusi untuk Pematang Tambak Warga yang Longsor

admin 30 Agu 2026 22

 

BIREUEN ,Teropongnasionalnews

Proyek normalisasi yang dilaksanakan di Desa Pulo Naleung, Kabupaten Bireuen, melalui anggaran Pemerintah Provinsi Aceh, telah selesai dikerjakan pada beberapa waktu lalu dengan panjang pekerjaan mencapai lebih dari 800 meter.

 

Namun, di tengah pelaksanaan proyek tersebut, muncul persoalan pada salah satu pematang tambak milik warga yang mengalami kelongsoran. Salah satu pematang tambak yang terdampak diketahui milik warga bernama Mustafa.

 

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Pulo Naleung. Kepala Desa Pulo Naleung, Fauzi M. Days, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memperjuangkan kepentingan dan hak-hak masyarakat, termasuk mencari jalan keluar terhadap persoalan yang muncul akibat pelaksanaan pekerjaan normalisasi tersebut.

 

Kepada media ini, Sabtu (29/8/2026), Fauzi M. Daud menjelaskan bahwa Pemerintah Desa pada prinsipnya tetap berpihak kepada warga. Namun, menurutnya, persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

“Kita tetap berpihak kepada warga. Namun, pada saat pekerjaan dilakukan, saudara Mustafa meminta agar tanah hasil normalisasi ditempatkan di pematang tambaknya dan tidak dibuang ke tempat lain,” jelas Fauzi.

 

Ia menerangkan, material hasil normalisasi tersebut pada saat itu masih dalam kondisi lembek dan belum cukup keras untuk dijadikan material pembentuk pematang tambak. Kondisi material yang belum stabil tersebut diduga menjadi salah satu faktor sehingga pematang tidak dapat terbentuk dengan baik dan kemudian mengalami longsor.

 

Meski pekerjaan normalisasi telah dilaksanakan, Fauzi menegaskan bahwa pekerjaan tersebut belum melalui proses PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima sementara pekerjaan. Dengan demikian, pihak Pemerintah Desa masih menunggu tahapan dan proses sesuai ketentuan sebelum pekerjaan tersebut dinyatakan diterima secara resmi.

 

“Pekerjaan tersebut belum diterima oleh pihak desa karena belum dilakukan PHO. Pada saat proses PHO nanti, kita akan berusaha mencari solusi agar pematang tambak warga yang mengalami longsor dapat diperbaiki,” ujarnya.

 

Fauzi menambahkan, Pemerintah Desa tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kesalahpahaman antara masyarakat dengan pemerintah desa. Menurutnya, proses penyelesaian membutuhkan komunikasi yang baik serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar solusi yang diambil benar-benar dapat memberikan manfaat bagi warga.

 

Ia juga berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh tahapan pekerjaan selesai dan proses PHO dilakukan. Pemerintah Desa, kata Fauzi, masih berupaya mencari langkah terbaik yang memungkinkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara bijaksana.

 

Kades Tegaskan Tetap Berpihak kepada Warga

Pemerintah Desa Pulo Naleung menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi pematang tambak warga merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah desa dalam menjaga kepentingan masyarakat.

 

Fauzi berharap tidak muncul anggapan bahwa Pemerintah Desa tidak peduli atau tidak berpihak kepada warga hanya karena proses penyelesaian belum dapat dilakukan secara langsung. Menurutnya, setiap persoalan membutuhkan mekanisme dan tahapan yang harus dilalui agar penyelesaiannya tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

 

“Kita sedang berusaha mencari solusi. Jangan sampai sebelum PHO sudah muncul kesalahpahaman, seolah-olah kepala desa tidak memihak kepada warganya. Kita tetap berusaha agar kepentingan masyarakat dapat diperhatikan,” tegasnya.

 

Ia menilai, penyelesaian persoalan di lapangan tidak cukup hanya dengan saling menyalahkan, tetapi harus dilakukan melalui komunikasi, koordinasi dan itikad baik dari semua pihak.

 

“Masalah yang terjadi jangan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama mencari jalan keluar. Karena pembangunan bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang memastikan manfaatnya dapat dirasakan dan tidak merugikan masyarakat,” pungkas Fauzi.

 

Pemerintah Desa Pulo Naleung berharap seluruh pihak dapat menunggu proses PHO dan penyelesaian administrasi pekerjaan dengan tenang. Setelah tahapan tersebut dilakukan, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat terhadap kondisi pematang tambak warga yang mengalami kelongsoran.

 

Sebab, dalam setiap persoalan, selalu ada jalan keluar apabila semua pihak mengedepankan komunikasi dan kepentingan bersama. Seperti kata bijak: “Persoalan akan terasa berat jika dihadapi dengan emosi, tetapi akan menjadi ringan ketika diselesaikan dengan musyawarah dan niat baik.” ( Hendra)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
*Polda Jatim Naikkan Penanganan Perkara Arisan Meow ke Tahap Penyidikan*

admin

13 Okt 2026

  SURABAYA –(teropongnasionalnews) Polda Jawa Timur meningkatkan status penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan berkedok arisan Meow dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Peningkatan status perkara tersebut dilakukan setelah penyidik melaksanakan serangkaian kegiatan penyelidikan dan gelar perkara. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, kepolisian berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional berdasarkan …

*Kapolda Jatim Lantik Wakapolda Baru dan Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolres Jajaran*

admin

13 Okt 2026

  SURABAYA –(teropongnasionalnews) Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memimpin upacara pelantikan Wakapolda Jatim, penyerahan jabatan Irwasda, serta serah terima jabatan sejumlah Kapolres jajaran Polda Jawa Timur di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (12/10/2026).   Jabatan Wakapolda Jatim kini diemban Kombes Pol Feri Handoko Soenarso yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Sumut.   Sementara …

*Kepala BRAN dan Menteri PKP Siapkan Langkah Konkret Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

admin

13 Okt 2026

  Jakarta, (teropongnasionalnews) 13 Oktober 2026 — Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bertemu dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Wisma 2 Mandiri, Selasa (13/10/2026), untuk membahas percepatan penyediaan lahan perumahan dan dukungan reforma agraria.   Pertemuan ini berfokus pada upaya …

*Bahu-Membahu di Ladang Jagung, Jajaran Polresta Malang Kota Bersama Warga Wujudkan Ketahanan Pangan*

admin

13 Okt 2026

  MALANG KOTA –(teropongnasionalnews) Teriknya sengatan matahari sama sekali tidak menyurutkan semangat Kanit Binmas Polsek Kedungkandang Ipda Agus Widodo bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Cemorokandang Aiptu Kholil. Dua personel kepolisian ini turun langsung ke ladang untuk membantu warga memanen jagung di kawasan Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (12/10/2026). Aksi nyata ini dilakukan di atas lahan …

*Polri Gencarkan Pemberantasan Narkoba, Kapolri Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Bandar Narkoba*

admin

13 Okt 2026

  JAKARTA –(teropongnasionalnews) Polri menggencarkan pemberantasan peredaran narkoba melalui operasi terpadu di sejumlah wilayah Indonesia. Penindakan menyasar kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkotika, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, hingga sejumlah wilayah di Sulawesi dan Kalimantan.   Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), menegaskan bahwa pemberantasan …

Bea Cukai Madura Dituding Tebang Pilih Tangani Rokok Ilegal, Massa: Bongkar Bos Besarnya

M.H

13 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional news.com – Aliansi Lingkar Melati Bersatu (LMB) Kabupaten Pamekasan menilai Bea Cukai Madura tebang pilih dalam menangani peredaran rokok ilegal di Madura.   Penilaian itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Kantor Bea Cukai Madura. Aksi dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Hendra. Selasa (13/10/2026)   Hendra menegaskan, penindakan terhadap rokok ilegal tidak boleh hanya menyasar …

x
x