“MBG Gratis atau Gotong Royong Berbayar? Publik Mulai Bertanya”

M.H 24 Feb 2026 73

Www.Teropongnasuonalnews.com

Usulan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia agar masyarakat ikut bergotong royong membiayai program MBG (Makan Bergizi Gratis) langsung memantik perdebatan hangat di ruang publik.

Sejak awal, program Makan Bergizi Gratis diposisikan sebagai salah satu program strategis negara untuk menjawab persoalan gizi dan pemerataan kesejahteraan. Narasinya kuat: negara hadir, anak-anak mendapat asupan layak tanpa biaya, dan keluarga terbantu.

Namun ketika muncul wacana gotong royong pembiayaan, tafsir publik pun terbelah.

Di satu sisi, ada yang melihatnya sebagai semangat kolektif. Gotong royong adalah warisan nilai sosial bangsa. Dalam banyak hal, partisipasi masyarakat justru memperkuat keberlanjutan program. Tidak semua beban harus ditopang negara jika memang ada solidaritas sosial yang tumbuh.

Tetapi di sisi lain, muncul pertanyaan yang lebih mendasar:

Jika masyarakat ikut iuran, apakah istilah “gratis” masih relevan?

Reaksi warganet pun bermunculan.

“Kalau harus iuran, berarti bukan gratis lagi dong?”

Komentar seperti ini menggambarkan kegelisahan publik atas konsistensi komunikasi kebijakan.

Persoalan ini bukan sekadar soal uang. Ini soal persepsi dan kepercayaan. Dalam kebijakan publik, diksi memiliki dampak besar. Kata “gratis” menciptakan ekspektasi bahwa seluruh pembiayaan ditanggung negara melalui APBN. Ketika muncul opsi kontribusi masyarakat, publik merasa ada pergeseran konsep.

Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil bagi sebagian masyarakat, wacana iuran—meski atas nama gotong royong—bisa memunculkan sensitivitas. Apalagi jika belum ada penjelasan rinci apakah kontribusi tersebut bersifat sukarela, opsional, atau terstruktur.

Transparansi menjadi titik krusial.

Apakah gotong royong itu hanya bagi yang mampu?

Apakah ada mekanisme pengawasan?

Apakah ini skema nasional atau hanya gagasan alternatif?

Tanpa kejelasan, ruang spekulasi akan semakin melebar. Dan di era digital, spekulasi cepat berubah menjadi opini publik yang sulit dikendalikan.

Pada akhirnya, perdebatan ini menunjukkan satu hal penting: masyarakat kini semakin kritis terhadap kebijakan. Mereka tidak menolak semangat kebersamaan, tetapi mereka menginginkan konsistensi antara janji dan pelaksanaan.

Jika memang konsepnya kolaboratif, sampaikan sejak awal sebagai program gotong royong.

Jika sepenuhnya gratis, pastikan tidak ada beban tersembunyi.

Karena dalam kebijakan publik, bukan hanya niat yang dinilai, tetapi juga kejelasan arah dan kejujuran narasi.

Celotehan [Afthon]

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya Audiensi Bersama  Bupati Pasuruan, Mensoroti Sinkronisasi LP2B, LBS, dan LSD

M.H

12 Okt 2026

Pasuruan. Teropongnasionalnews.com Aliansi Poros tengah Pasuruan Raya menggelar Audensi bersama  Bupati  H Mochamad Rusdi Sutejo, S .M  di Ruangan kantor Bupati berlokasi di Komplek Perkantoran Pemerintah kabupaten Pasuruan, kecamatan Bangil  kab Pasuruan,Jawa Timur , Senin  12/10/2026   Pada Audensi tersebut Aliansi Poros tengah Pasuruan  Raya  bersama  Bupati  terkait kebijakan penetapan dan perlindungan  lahan pertanian khususnya mengenai lahan baku sawah (LBS) dan lahan pertanian pangan berkelanjutan …

Dua Pria Diduga Edarkan Obat Keras di Tambora, Polsek Tambora Amankan Ribuan Butir Tramadol hingga Hexymer

M.H

12 Okt 2026

Www.teropongnasionalnews.comJakarta Barat, Jajaran Unit Narkoba Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat, mengungkap dugaan tindak pidana peredaran obat keras di kawasan Jalan Kalianyar Raya, RT 006/RW 003, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu (10/10/2026) malam.   Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wahyu Hidayat, S.T.K., S.I.K didampingi Kanit Reskrim Akp Sudrajat Djumantara, S.Tr.K., …

Kabur ke Jawa Tengah Usai Curi Uang dan iPhone, Wanita 30 Tahun Ditangkap Polres Jakbar

M.H

12 Okt 2026

Www.teropongnasionalnews.comJakarta Barat, Bermodal gelar sarjana apoteker dan sertifikat kelulusan asli, seorang wanita berinisial S (30) diduga menjadikan lamaran pekerjaan sebagai kedok untuk melakukan pencurian di sebuah apotek di wilayah Jakarta Barat.   Ironisnya, pelaku baru sehari bekerja sebelum diduga melancarkan aksinya.   Uang tunai sekitar Rp20 juta dan satu unit iPhone milik korban dilaporkan raib …

Terpergok Saat Bawa Motor Keluar Basement, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan di Apartemen Mediterania

M.H

12 Okt 2026

Www.teropongnasionalnews.com Jakarta Barat, Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tamansari, Polres Metro Jakarta Barat, menangani kasus dugaan pencurian dengan pemberatan terhadap satu unit sepeda motor Honda Vario di area parkir Basement 2 Apartemen Mediterania, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.   Dalam penanganan perkara tersebut, seorang pria berinisial R S diamankan setelah diduga …

Sertu Sumanto, Mendampingi Bidan Susi Bersama Kader Kesehatan Kegiatan Posyandu

M.H

12 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional.news.com – Babinsa Koramil 0826-01/Pamekasan, Sertu Sumanto, mendampingi Bidan Susi bersama kader kesehatan dalam kegiatan Posyandu yang berlangsung di Jalan Veteran RT 01/RW 01, Kelurahan Barkot, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan ibu hamil.   Dalam kegiatan itu, petugas melaksanakan penimbangan berat badan serta …

Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

admin

12 Okt 2026

Banten, (teropongnasionalnews) Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia, saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (08/10/2026).   Dalam sambutannya, Wapres menegaskan bahwa pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi, termasuk dalam memastikan setiap …

x
x