*Cahaya Harapan dari Desa Sekaroh, Kisah Pilu Balita Naya Maulani yang Berjuang Melawan Gizi Buruk*

admin 03 Okt 2025 110

 

 

Sekaroh, 3 Oktober 2025. (teropongnasionalnews)

Di pelosok Ujung Sengenit, Dusun Telok Dalem Desa Sekaroh, hidup seorang balita mungil bernama Naya Maulani, baru berusia 2 tahun. Namun sejak usianya 3 bulan, ia sudah dipaksa berjuang melawan penyakit gizi buruk yang membuat tubuhnya semakin lemah dari hari ke hari.

 

Ayahnya, Hartono, tak henti-hentinya berusaha mencari jalan demi kesembuhan sang buah hati. Dari pengobatan tradisional Sasak hingga berobat ke puskesmas, semua ditempuhnya meski terbentur biaya. “Kadang ada uang untuk berobat, tapi tidak ada untuk beli air bersih. Kalau dipakai beli air bersih, maka biaya berobat tidak ada,” ungkap Hartono dengan suara lirih penuh getir.

 

Kondisi Naya memburuk sejak imunisasi campak di usia 3 bulan. Malam itu ia mengalami kejang-kejang dan harus segera dilarikan ke puskesmas. Sejak saat itu penyakit gizi buruk semakin membelenggu tubuh mungilnya. Dari posyandu desa memang ada perhatian, namun sebatas penimbangan berat badan tanpa penanganan lebih lanjut.

 

Yang membuat pilu, perjuangan ini terjadi di tengah kondisi rumah yang jauh dari layak huni. Rumah keluarga Hartono hanya berdinding pagar anyaman bambu, yang sudah mulai lapuk dimakan waktu. Lantainya dari semen retak-retak, dingin dan penuh celah. Dari celah anyaman dinding, angin malam bebas masuk, menyapu tubuh kecil Naya yang sedang berbaring lemah. Gambaran rumah itu menjadi saksi betapa beratnya kehidupan keluarga kecil ini.

 

Syukurlah, berkat kerja sama Dinas Kesehatan dan Lembaga Sosial Masyarakat, kini BPJS kesehatan Naya sudah aktif. Namun tantangan lain masih menanti, biaya transportasi menuju rumah sakit rujukan, yang tetap memberatkan keluarga di tengah kondisi ekonomi serba terbatas.

 

Kabar tentang kondisi Naya akhirnya mengetuk hati banyak pihak. LSM GPS Desa Sekaroh bersama Yayasan GLF Bawah Lauk Foundation turun langsung ke lokasi. Mereka mengunjungi rumah sederhana Hartono, membawa bantuan berupa kebutuhan pokok dan uang tunai. Kehadiran mereka seolah menjadi cahaya baru di tengah kegelapan perjuangan keluarga ini.

 

Harapan orang tua Naya sederhana, melihat putri kecil mereka sehat kembali, tumbuh layaknya anak-anak lain, dan bisa menikmati masa kecil dengan tawa ceria, bukan dengan tangis karena sakit. “Kami hanya ingin anak kami bisa sembuh total, agar hidupnya kelak tidak sesulit orang tuanya,” ujar sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

 

Kisah Naya bukan sekadar cerita satu keluarga di Desa Sekaroh, tetapi juga potret tentang betapa pentingnya kepedulian bersama. Bahwa di balik anyaman bambu dan lantai semen yang retak, tersimpan harapan besar agar uluran tangan sesama dapat menyelamatkan masa depan seorang anak bangsa. (Irfan)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen Laksanakan Perjanjian Kerja Sama dengan BPKD Kabupaten Bireuen, Perkuat Sinergi Bidang Pertanahan dan Keuangan Daerah

admin

21 Okt 2026

  Bireuen, Teropongnasionalnews  Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bireuen pada Selasa (20/10/2026), bertempat di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Ibu Anny Setiawati, A. Ptnh., M.M., beserta jajaran, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah …

Satpol PP dan WH Bireuen Tertibkan PKL, Tegaskan Penegakan Aturan demi Ketertiban dan Keindahan Kota

admin

19 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Demi menjaga ketertiban umum, kelancaran arus lalu lintas, serta keindahan wajah ibu kota Kabupaten Bireuen, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Bireuen menggelar penertiban terpadu terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin (19/10/2026).   Penertiban ini dilakukan menyusul keberadaan sejumlah pedagang yang menggunakan lokasi berjualan yang …

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 0826/Pamekasan, Pak Buyan dan Ibu Sumawiyah terpilih menjadi salah satu penerima manfaat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

admin

18 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional.news.com – Disebuah sudut Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, ada penantian panjang yang akhirnya berujung haru. Adalah Pak Buyan (60) dan istrinya, Ibu Sumawiyah (54), pasangan suami istri yang selama 6 tahun memimpikan rumah yang layak untuk berteduh.Sabtu,19/10/2026.   Selama bertahun-tahun, keduanya hanya bisa menahan impian itu. Sebagai buruh tani, penghasilan yang …

Abu Lupie Desak Mualem Segera Reshuffle Pejabat SKPA

admin

18 Okt 2026

  BANDA ACEH , Teropongnasionalnews Abu Lupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) segera mengevaluasi dan merombak pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum maksimal mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Aceh periode 2025-2030.   Desakan tersebut disampaikan guna mendorong percepatan realisasi visi dan misi Gubernur dan Wakil …

Kabut Asap Selimuti Bireuen, PMI Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga 

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN ,Teropongnasionalnews Kabut asap yang menyelimuti langit Kabupaten Bireuen, Aceh, dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu jarak pandang dan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara. Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen turun ke jalan membagikan ribuan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan asap.   Ketua PMI Bireuen, Edi Sapura, …

IDI Bersama Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umuslim Bireuen Bagikan Masker, Lindungi Masyarakat dari Ancaman Asap Kebakaran Hutan

admin

17 Okt 2026

    BIREUEN, Teropongnasionalnews Di tengah ancaman pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi pesan kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.   Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Kabupaten Bireuen, melaksanakan kegiatan pembagian …

x
x