Jembatan Sentong Ambles, Rp17,5 Miliar Digelontorkan: Publik Minta Kejelasan dan Pengawasan Ketat

M.H 25 Feb 2026 162

Www.Teropongnasionalnews.com

Bondowoso – Amblesnya Jembatan Sentong, jalur vital penghubung Bondowoso–Jember, bukan sekadar gangguan lalu lintas. Peristiwa ini menjadi alarm keras tentang kualitas pengawasan infrastruktur, terlebih ketika pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17,5 miliar untuk perbaikan yang dijadwalkan mulai April 2026.

Penutupan total jembatan membuat arus kendaraan dialihkan. Dampaknya langsung terasa: waktu tempuh bertambah, biaya distribusi meningkat, dan aktivitas ekonomi warga terganggu. Namun di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar—mengapa jembatan bisa ambles hingga harus ditutup total? Bukan Sekadar Perbaikan, Tapi Evaluasi menyeluruh dengan nilai anggaran miliaran rupiah, publik berhak mengetahui: Apa hasil investigasi teknis penyebab ambles? Apakah ada faktor konstruksi, beban kendaraan, atau kondisi tanah?

Apakah sebelumnya sudah ada peringatan dini?

Bagaimana skema pengawasan proyek baru agar tidak terulang?

Perbaikan senilai Rp17,5 miliar tentu bukan angka kecil. Tanpa keterbukaan informasi, angka tersebut mudah memicu spekulasi di tengah masyarakat. Infrastruktur Vital, Tanggung Jawab Besar

Sebagai jalur penghubung antarwilayah, Jembatan Sentong memiliki peran strategis dalam konektivitas regional. Kegagalan fungsi jembatan tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Karena itu, perbaikannya tidak boleh sekadar mengganti bagian yang rusak. Evaluasi desain, daya dukung, hingga sistem drainase dan fondasi harus dilakukan secara komprehensif. Jika tidak, risiko kerusakan berulang tetap menghantui.

Transparansi dan Pengawasan Publik ,Masyarakat kini menanti keterbukaan pemerintah terkait: Detail rencana anggaran biaya (RAB) Pelaksana proyek dan metode pengerjaan Target waktu penyelesaian. Mekanisme pengawasan dan audit

Keterbukaan bukan hanya soal administrasi, tetapi juga upaya menjaga kepercayaan publik. Infrastruktur publik dibangun dari uang rakyat—maka rakyat berhak mengetahui bagaimana uang tersebut digunakan.

Amblesnya Jembatan Sentong seharusnya menjadi momentum pembenahan tata kelola proyek infrastruktur. Perbaikan yang kuat secara teknis dan bersih secara administrasi adalah satu-satunya cara memulihkan kepercayaan sekaligus menjamin keselamatan masyarakat.

[Afthon DS]

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
*Polri Gencarkan Pemberantasan Narkoba, Kapolri Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Bandar Narkoba*

admin

13 Okt 2026

  JAKARTA –(teropongnasionalnews) Polri menggencarkan pemberantasan peredaran narkoba melalui operasi terpadu di sejumlah wilayah Indonesia. Penindakan menyasar kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkotika, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, hingga sejumlah wilayah di Sulawesi dan Kalimantan.   Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), menegaskan bahwa pemberantasan …

Bea Cukai Madura Dituding Tebang Pilih Tangani Rokok Ilegal, Massa: Bongkar Bos Besarnya

M.H

13 Okt 2026

PAMEKASAN//teropongnasional news.com – Aliansi Lingkar Melati Bersatu (LMB) Kabupaten Pamekasan menilai Bea Cukai Madura tebang pilih dalam menangani peredaran rokok ilegal di Madura.   Penilaian itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Kantor Bea Cukai Madura. Aksi dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Hendra. Selasa (13/10/2026)   Hendra menegaskan, penindakan terhadap rokok ilegal tidak boleh hanya menyasar …

Menyambut Era Baru Polri yang Lebih Humanis-Adaptif

M.H

13 Okt 2026

Setiap kepemimpinan baru selalu membawa harapan dan optimistisme yang kuat. Demikian halnya dengan kehadiran pemimpin baru di institusi Polri saat ini. Asa publik begitu besar diberikan kepada Kapolri baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.   Meski begitu, seperti dua sisi mata uang, setiap ekspektasi selalu ada rintangan yang hadir berdampingan.   Tantangan besar itu, utamanya …

Gencarkan Komsos dan Edukasi Hukum, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Terima Penyerahan Sukarela 1,1 Kg Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan

M.H

13 Okt 2026

KAPUAS HULU, – Kegiatan pembinaan teritorial (binter) berupa komunikasi sosial (komsos) serta edukasi hukum yang dilakukan personel Pos Mentari Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala kembali membuahkan hasil yang positif. Satgas Pamtas menerima penyerahan secara sukarela 1,1 (satu koma satu) Kg sisik trenggiling dari seorang warga berinisial A di wilayah perbatasan. Kegiatan penyerahan tersebut berlangsung di …

GEBRAKAN KAPOLRI PEREDARAN NARKOBOY JADI TARGET UTAMA

M.H

13 Okt 2026

Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar operasi pemberantasan narkotika secara serentak di sejumlah wilayah Tanah Air. Langkah masif ini menjadi implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal (Pol) Suyudi Ario Seto pascapelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Jenderal (Pol) Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus …

Anggota DPR Nilai Wajar Kapolri Jenderal Suyudi Rombak Pejabat Polri

M.H

13 Okt 2026

Www.teropongnasionalnews.com Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra, menilai wajar jika Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto merombak sejumlah pejabat internal Polri, khususnya posisi Kapolda di beberapa wilayah.   Perombakan tersebut dinilai sangat diperlukan dalam rangka menjaga efektivitas kerja dan memastikan berjalannya regenerasi di dalam tubuh organisasi kepolisian.   “Penempatan personel pada jabatan-jabatan …

x
x